Outbound Training


Outbound TrainingOutbound Training adalah suatu model pelatihan SDM yang berbasis di alam terbuka (outdoor) dengan metode Experiential Learning / Lerning By Doing  (Belajar dari pengalaman) serta bermaterikan pada penekanan dalam hal pengembangan kemampuan di bidang manajemen organisasi dan pengembangan diri (personal development) yang disimulasikan melalui permainan-permainan yang secara langsung bisa dirasakan oleh peserta dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri (personal development), berpikir positif & kreatif (positive & creative thinking), rasa kebersamaan dan saling percaya (trust) serta penyegaran dan memecahkan kekakuan birokrasi.

Sasaran Program Outbound Training

  • Meningkatkan kemampuan peserta membangun tim yang kuat, pengambilan keputusan serta partisipasi resiko.
  • Meningkatkan pengalaman peserta dalam memberikan motivasi individu dan motivasi team, kepercayaan diri, kreativitas, dan pengambilan resiko.
  • Meraih perkembangan secara personal dan kelompok yang dipusatkan pada tujuan perusahaan, termasuk di dalamnya adalah rasa saling percaya dan memecahkan permasalahan.
  • Mengembangkan kualitas jiwa kepemimpinan dengan adanya efektivitas pribadi dalam keterbukaan
  • Membangun jiwa leadership individu dan leadership team.
  • Meningkatkan ketrampilan dalam membangun kerjasama kelompok (teamwork), berbagai permasalahan (problem sharing), serta memberi dan menerima hal positif (feedback).
  • Peserta Mendapatkan energi baru dan semangat baru setelah mengikuti acara outbound yang menarik, menantang dan menyenangkan.
  • Meningkatkan lebih baik produktifitas kerja, kualitas layanan, efektif dan efisien dalam bekerja.

Berikut ini adalah materi program yang digunakan dalam kegiatan Outbound Managemet Training yaitu :

  • Ice Breaking, Merupakan Games Outbound yang digunakan untuk menghilangkan ketegangan peserta dan menstimulus antusiasme peserta untuk siap mengikuti seluruh kegiatan berikutnya.
  • Goal Setting & Fun Games, Merupakan Games Outbound yang digunakan untuk membuka personal block dan menggairahkan suasana pelatihan.
  • Team Building Programs, Merupakan Games Outbound yang berkaitan dengan kemampuan personal dalam melakukan kerjasama dengan individu lain. Program pelatihan ini bertujuan agar karyawan menjadi “Team Player’ yang dapat diandalkan. Saling membantu pekerjaan, bekerjasama, pentingnya melakukan komunikasi dan membangun suatu tim yang kompak adalah tujuan dari pelatihan ini.
  • Problem Solving Programs, Merupakan Games Outbound yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan peserta dalam menyesaikan permasalahan. Program pelatihan ini bertujuan mengasah jiwa kepemimpinan yang terdapat dalam setiap peserta outbound. Permasalahan-permasalahan yang ada perlu dihadapi oleh peserta dengan pengambilan keputusan yang baik dan berkualitas. Kepercayaan diri, kemampuan untuk memimpin kelompok, kemandirian dan kemampuan untuk menerima usulan dari orang lain akan digali dan dipelajari sebagai suatu bekal dalam kepemimpinan mereka di kehidupan sehari-hari.
  • Effective Communication Programs, Merupakan Games Outbound yang digunakan untuk meningkatkan kemampuan komukasi yang meliputi : komunikasi efektif, kemampuan mendengarkan dan memahami pendapat orang lain, serta pengeksplorasian gagasan.
  • Synergy Programs, Merupakan Games Outbound yang digunakan untuk menyadarkan betapa pentingnya setiap bagian dalam sebuah perusahaan atau organisasi. Program pelatihan ini untuk menyatukan peserta yang telah dibagi dari beberapa kelompok menjadi 1 kekuatan team yang sejati.
  • Commitment Building Programs, Mencapai hasil yang maksimal dari setiap visi dan misi yang telah dibuat baik secara individu maupun organisasional adalah tidak mungkin terlebih dahulu memikirkan strategi perencanaan dan membuat kesepakatan bersama-sama.

Additional Program untuk Outbound Training

  • Paintball Games (War Game), Paintball Games (Simulasi Tempur) adalah  salah satu metode pelatihan team building yaitu metode yang menitik beratkan pada kerjasama, keberanian, kepemimpinan, kreatifitas, komunikasi, serta pemecahan masalah dalam kegiatan fisik yang menggembirakan dan menyehatkan.
  • Rafting (Arung Jeram), Rafting atau Arung jeram adalah suatu aktifitas pengarungan bagian alur sungai yang berjeram/riam, dengan menggunakan wahana tertentu. Pengertian wahana dalam pengarungan sungai berjeram / riam yaitu sarana / alat yang terdiri dari perahu karet, kayak, kano dan dayung. Tujuan berarung jeram bisa dilihat dari sisi olah raga, rekreasi dan ekspedisi.Jadi dengan demikian kita dapat definisikan bahwa olah raga Arung Jeram (White Water Rafting) merupakan olah raga mengarungi sungai berjeram, dengan menggunakan perahu karet, kayak, kano dan dayung dengan tujuan rekreasi atau ekspedisi.
  • Motivation Training (In House Training), Semua individu termasuk anda, pasti membutuhkan motivasi untuk mendapatkan prestasi yang terbaik. Demikian pula semua karyawan pada perusahaan anda pasti membutuhkan motivasi untuk membantu perusahaan mencapai kinerja optimal sehingga dapat mencapai target. Kami akan merancang materi pelatihan (indoor) yang interaktif dan berdampak positif untuk memberikan motivasi terbaik agar perusahaan anda memperoleh hasil terbaik.

Untuk Anda yang ingin mengadakan/menyelenggarakan kegiatan Outbound Training Team Building Activities di Jawa Timur,

silahkan menghubungi kami :

RAYAENAM Outbound Training & Outing Organizer

(Team Building Activities Provider)

Marketing Hotline : 081357225708, 0817585446, 085850980509, 082301831974, 0817585446

Email : info.rayaenam@gmail.com

 

Tentang Outbound dan Team Building


0c457-originalDi Indonesia, banyak istilah beredar seputar program-program pilihan dalam dunia training alam bebas (outbound / outwardbound). Contohnya saja barusan, ada outbound ada outwardbound. Ditambah beberapa contoh lainnya seperti team building program dan motivation program, dan masih banyak istilah lain yang sering terucap. Pada prinsipnya mungkin makna yang terkandung adalah sama. Apalagi apabila kita bisa bertanya langsung kepada pengguna bahasa tersebut bahwa maksudnya adalah outbound – outbound juga atau training yang menggunakan unsur-unsur alam bebas juga.

Mari kita telaah sedikit jauh lebih dalam, didalam dunia training baik didalam ruangan (inbound) maupun di luar ruangan (outbound) memiki kemiripan yang beragam, antara lain adalah sama-sama memiliki program-program unggulan seperti kerjasama kelompok (team building), meningkatkan daya motifasi dan kreatifitas (motivation & creativity program), pemecahan masalah (problem solving program) bahkan sama-sama memiliki kapasitas training pada level kepemimpinan (leadership). Tulisan barusan adalah sepenggal beberapa kesamaan atau kemiripan didalam dunia training inbound dan outbound.

Sekarang apa perbedaannya ??, saya memisahkannya menjadi 3 pengelompokan besar. Yang pertama adalah memiliki perbedaan didalam penciptaan suasana, sepertinya perbedaan yang satu ini tidak perlu dibahas secara rinci karena jelas terjadi suatu perbedaan yang mendalam didalam melakukan training dalam ruangan dan di alam bebas. Kedua, adalah perbedaan dari sisi fasilitas yang digunakan selama aktifitas berlangsung, contoh ekstrimnya adalah penggunaan fasilitas alam seperti pepohonan, danau, sungai bahkan pegunungan dalam penyampaian materi-materi yang akan dicapai. Dan juga penginapan yang bervariasi apabila kita mengikuti suatu program training alam bebas (outbound)..seperti tenda, barak, sampai dengan cottage dan kamar hotel.

Yang ketiga adalah dari sisi fasilitator, tidak banyak trainer / fasilitator berkecimpung secara mendalam (baca: mumpuni) didalam training alam bebas. Tetapi karena banyaknya permintaan dari perusahaan maupun organisasi didalam penyelenggaraan training dengan menggunakan unsur-unsur alam bebas. Kebanyakan oknum, “memaksakan” untuk menerima orderan program tersebut. Hasilnya seperti apa sudah bisa ditebak kan ?? simulasi games yang melenceng dari output yang ingin dicapai, de-brief apa adanya, dan yang paling mengecewakan adalah menomor dua kan prosedur keselamatan (safety procedure) didalam memfasilitasi program training outbound.

Tentunya hal ini mengundang banyak kekecewaan dan kerugian bagi perusahaan yang kebetulan menggunakan jasa operator outbound yang asal-asalan ini. Efek dominonya adalah berkembang menjadi kekecewaan dan kerugian secara menyeluruh akan nama baik dari training outbound ini. Oleh sebab itu,saya mengharapkan adanya suatu asosiasi yang mampu menempatkan posisinya didalam mengatur dan menyelaraskan sistem pengajaran yang standar atau baku didalam pelaksanaan outbound training. Terutama nya adalah dari sisi fasilitatornya itu tadi. Harapannya adalah jelas ! meningkatkan citra positif training outbound secara khusus nya dan perkembangan dunia training secara umum nya.

Cara Memilih Operator/Provider Outbound Training


Team Building ActivitySaat ini banyak sekali bermunculan operator pelatihan outbound di Indonesia, baik dari kalangan komunitas pencinta alam maupun dari praktisi bisnis yang sengaja membuka peluang bisnis ini. Berbicara mengenai motivasi…siapa yang tau?.

Sungguh sangat memprihatinkan kondisi yang tengah terjadi di kancah bisnis pelatihan ini, betapa tidak ? Ternyata, Safety procedure adalah wacana yang paling utama untuk disepelekan didalam penyelenggaraan jenis pelatihan ini. Hal ini terjadi karena pengetahuan dan pengalaman yang minim, bayangkan saja dengan bermodalkan pengetahuan yang baru-baru saja didapat di tambah pengalaman pernah mengikuti pelatihan ini juga browsing internet atau membeli buku kecil yang sudah banyak beredar mengenai jenis-jenis permainan (outbound) orang berani-beraninya membuka jasa pelatihan ini.

Oleh sebab itu, perusahaan yang berencana untuk melatih karyawannya dengan menggunakan bentuk pelatihan dengan menggunakan unsur-unsur alam bebas ini harus berperan sebagai “rem” dari operator-operator yang sesungguhnya membahayakan dirinya sendiri ini, yaitu dengan cara menjalankan beberapa tips dan trik sebelum menentukan operator outbound.

Safety procedure adalah hal mutlak yang harus mendasari bentuk pelatihan ini diselenggarakan. Tanyakan sedetil mungkin bagaimana proses demi proses berlangsung, dengan cara membesarkan volume intuisi Anda, sehingga diharapkan Anda bisa melihat “hal-hal aneh” yang mungkin terjadi seputar keselamatan karyawan Anda.

Jangan mudah tergiur oleh penawaran tempat dan fasilitas inap yang mewah, karena secara tidak langsung proses pembentukan karakter individu dan tim dalam rangkaian pelatihan ini tidak akan optimal. Karena salah satu kunci keberhasilan pelatihan ini adalah “membawa keluar” para peserta dari lingkaran fasilitas yang nyaman.

Selalu fokus pada tujuan yang ingin dicapai didalam proses pelatihan ini, perhatikan bagaimana cara operator menjawab untuk memperolehnya. Apabila operator selalu terpaku pada jenis permainan, fasilitas apalagi harga. Saran saya, lupakan operator ini. Tetapi pilihlah operator yang selalu concern pada sejarah keretakan atau ketidak harmonisan didalam tubuh perusahaan baik yang diakibatkan oleh perorangan maupun kelompok atau departemen tertentu, karena karakter operator yang seperti ini merasakan pentingnya sejarah tersebut untuk membuat sebuah alur dan tekanan-tekanan selama pelatihan berlangsung.

Operator yang baik akan selalu memberikan pre and post test kepada karyawan yang mengikuti pelatihan. Hal ini sangat berguna sebagai indicator keberhasilan penyampaian materi selama mengikuti pelatihan.

Mintalah rundown acara yang akan diselenggarakan, dan pastikan setiap proses pelatihan berlangsung selalu ada orang yang bertanggung jawab (person in charge), sehingga jika terjadi kondisi urgent/emergency segera mengetahui orang yang dimintai pertanggungjawaban.

Saat presentasi, mintalah simulasi permainan yang sederhana dan pastikan sang simulator menggunakan metode brief – activity – debrief yang baik dan benar. Yaitu, kemampuan berbicara yang mampu menyampaikan bahasa secara lugas dan jelas tentang suatu permainan tertentu.

Pengetahuan teori dan praktek tentang jasa pelatihan ini begitu mudahnya disimulasikan dalam bentuk-bentuk permainan dengan menggunakan unsur-unsur alam bebas (bukit, sungai, pohon, dsb) dari yang sederhana sampai dengan yang rumit, dari yang menggunakan alat-alat bantu sederhana sampai dengan yang berat, dari resiko yang rendah (low risk) sampai dengan resiko tingkat tinggi (high risk) dan dari pengaruh yang berdampak rendah (low impact) sampai dengan pengaruh yang berdampak luar biasa (high impact). Tetapi hal tersulit adalah memberikan penanaman-penanaman dalam kurun waktu cukup lama yang sungguh berarti dirasakan oleh karyawan baik secara individu ataupun kelompok ketika kembali pada habitatnya didalam lingkungan kerja.

OUTBOUND DI JAWA TIMUR


Mengadakan Outbound bersama RAYAENAM Training & Outing Organizer..Seru dan Penuh Tantangan

Outbound RAYAENAMOutdoor Base Activities (Outbound Management Training) merupakan suatu bentuk kegiatan di alam terbuka yang berguna untuk mengembangkan kemampuan di bidang manajemen dan pengembangan diri (personal development) yang disimulasikan melalui permainan – permainan yang secara langsung bisa dirasakan oleh peserta dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri, berpikir kreatif, rasa kebersamaan dan saling percaya.
Manfaat dan tujuan dari penyelanggaraan outbound sebagai berikut :
  • Meningkatkan self confidence, self motivation dan interpersonal skill
  • Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam memimpin
  • Melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala
  • Melihat orang lain sebagai bagian dari sukses diri sendiri dan sukses tim
  • Melihat kesulitan sebagai sesuatu yang menantang dan berani mengambil resiko

Untuk Informasi Program Outbound Training atau Outing di Jawa Timur silahkan menghubungi :
Outbound RAYAENAMMarketing Hotline : 081357225708, 081515512808, 0817585446

JENIS PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SDM


Terdapat banyak pendekatan untuk pelatihan. Menurut (Simamora:2006 :278) ada lima jenis-jenis pelatihan yang dapat diselenggarakan :

  • Pelatihan Keahlian.
    • Pelatihan keahlian (skils training) merupakan pelatihan yang sering di jumpai dalam organisasi. program pelatihaannya relatif sederhana: kebutuhan atau kekuragan diidentifikasi rnelalui penilaian yang jeli. kriteria penilalan efekifitas pelatihan juga berdasarkan pada sasaran yang diidentifikasi dalam tahap penilaian.
  • Pelatihan Ulang.
    • Pelatihan ulang (retraining) adalah subset pelatihan keahilan. Pelatihan ulang berupaya memberikan kepada para karyawan keahlian-keahlian yang mereka butuhkan untuk menghadapi tuntutan kerja yang berubah-ubah. Seperti tenaga kerja instansi pendidikan yang biasanya bekerja rnenggunakan mesin ketik manual mungkin harus dilatih dengan mesin computer atau akses internet.
  • Pelatihan Lintas Fungsional.
    • Pelatihan lintas fungsional (cros fungtional training) melibatkan pelatihan karyawan untuk melakukan aktivitas kerja dalam bidang lainnya selain dan pekerjan yang ditugaskan.
  • Pelatihan Tim.
    • Pelatihan tim merupakan bekerjasarna terdiri dari sekelompok Individu untuk menyelesaikan pekerjaan demi tujuan bersama dalam sebuah tim kerja.
  • Pelatihan Kreatifitas.
    • Pelatihan kreatifitas(creativitas training) berlandaskan pada asumsi hahwa kreativitas dapat dipelajari. Maksudnya tenaga kerja diberikan peluang untuk mengeluarkan gagasan sebebas mungkin yang berdasar pada penilaian rasional dan biaya dan kelaikan.

RAFTING SERU DI SUNGAI KROMONG PACET MOJOKERTO


Wisata Arung Jeram Pacet Mojokerto

Rafting PacetPacet Rafting ini sangat mudah ditempuh, dari kota Malang dan Batu sekitar 50 KM melalui tempat wisata Selecta, Pemandian Air Panas Cangar dan Taman Hutan Rakyat Raden Soerjo. Dari Surabaya, Anda bisa menuju Mojosari (Mojokerto), dilanjutkan menuju arah terminal Pacet. Baik dari Malang/Batu ataupun Surabaya, Rafting Pacet sangat mudah ditempuh dengan kondisi jalan yang relatif baik kecuali dari arah Batu yang agak curam. Sebagai alternatif, Anda bisa menuju Pacet Rafting melalui Malang – Pandaan – Trawas – Pacet dengan kondisi jalan memutar, sedikit agak jauh tetapi relatif lebih nyaman. Perjalanan menuju rafting Pacet sekitar 1,5 – 2 jam.

Banyak pemandangan indah yang akan Anda temui sepanjang jalan menuju Pacet Rafting. Bila dari Malang/Batu, selain bisa mampir di Taman Wisata Bunga Selecta, Kebun Apel, Kolam Air Panas Cangar, Arboretum Sungai Brantas, Taman Hutan Rakyat R. Soerjo, Perkebunan Sayur Mayur di Bumiaji, tidak ketinggalan puncak gunung Welirang dengan asap belerang yang terus mengepul. Pada beberapa pemberhentian, puncak gunung Semeru dapat terlihat khususnya saat cuaca cerah. Adapun bila Anda melewati Pandaan dari Malang, Anda bisa melewati Candi Singosari, Kebun Raya Purwodadi dan Candi Jawi di Pandaan. Perjalanan dari Surabaya bisa ditempuh melewati museum Trowulan di Mojokerto dan beberapa candi bekas peninggalan kerajaan Majapahit.

OBECH Rafting Pacet

Rafting Pacet Obech ini berlokasi di Sungai Kromong terletak kawasan wisata alam Bandulan, Pacet di Kabupaten Mojokerto. Sungai ini memiliki gradian ± 40 derajat dengan grade 2 s/d 3. Perjalanan dari basecamp menuju tempat start diawali dengan naik shuttle pick-up, melewati jalan yang berkelok-kelok di perkampungan, persawahan dan perkebunan sekitar 10 menit. Anda juga akan diajak pemanasan sekitar 10 menit dengan soft trekking menuruni perbukitan dengan pemandangan yang menakjubkan.

Untuk info dan reservasi silakan hubungi Marketing Hotline   081357225708, 0817585446, 081515512808

Mengenali Potensi dan Membangun Sebuah tim dengan Experiental learning


Banyak model yang ditawarkan menyangkut experiental learning. Salah satu model yang ditawarkan (dari banyak model yang dirancang) Boulder Experiental learning yang berpusat di Universitas Colorado AS adalah konsep belajar yang menggabungkan antara unsur rekreasi dan petualangan dengan tujuan membangun dan meningkatkan kerjasama tim. Umumnya, target pelatihan experiental learning yang satu ini, lebih ditujukan untuk mereka yang sudah bekerja.

Seperti juga bentuk pelatihan lainnya, efek positif dari pelatihan yang berdasar pada experiental learning berbeda untuk setiap individu. Artinya tidak ada perubahan yang bisa didapat hanya dalam waktu satu malam, melainkan harus melalui proses yang dilakukan secara berurutan. Setiap individu yang terlibat dalam proses pelatihan yang dikembangkan Boulder ini, beroleh kesempatan untuk menghadapi beragam masalah dan tantangan yang bisa memberikan efek dramatis terhadap pola pikir dan kehidupannya.

Beberapa manfaat pola experiental learning dalam membangun dan meningkatkan kerjasama tim antara lain adalah:

  • mengembangkan dan meningkatkan rasa saling ketergantungan antar sesama anggota tim
  • membuat peserta mengenal anggota tim lainnya lebih dekat lagi
  • meningkatkan keterlibatan dalam pemecahan masalah dan pengambilan keputusan
  • mengidentifikasi dan memanfaatkan bakat tersembunyi dan kepemimpinan
  • meningkatkan empati dan pemahaman antar sesama anggota tim.

Sedang manfaat pola experiental learning secara individual antara lain adalah:

  1. meningkatkan kesadaran akan harga diri dan rasa percaya diri
  2. meningkatkan kemampuan berkomunikasi, perencanaan dan pemecahan masalah
  3. menumbuhkan dan meningkatkan kemampuan untuk menghadapi situasi yang buruk
  4. menumbuhkan dan meningkatkan rasa percaya antar sesama anggota tim
  5. menumbuhkan dan meningkatkan semangat kerjasama dan kemampuan untuk berkompromi
  6. menumbuhkan dan meningkatkan komitmen dan tanggung jawab
  7. menumbuhkan dan meningkatkan kemauan untuk memberi dan menerima bantuan
  8. mengembangkan ketangkasan, kemampuan fisik dan koordinasi.

Tantangan dan resiko yang terkait pada program terkadang tidak mengenal kompromi. Untuk peserta, pengalaman yang akan diterima kadang membuat mereka merasa tegang dan juga menyenangkan. Idealnya, begitu mereka mulai mempercayai dan berani untuk mencoba, mereka akan berhasil secara fisik dan emosional dan mengetahui bahwa sesuatu yang tampaknya tidak mungkin untuk dilakukan sebenarnya dapat dilakukan.

Ada beberapa tahapan program yang harus dijalani bagi setiap orang yang terlibat dalam experiental learning. Pertama adalah time based competition. Tahapan ini mengharuskan setiap anggota membangun kerjasama tim untuk memececahkan masalah, mempelajari keahlian baru dan menerapkan dengan menggunakan sumberdaya yang terbatas.

Tahapan program ini menggunakan waktu sebagai paramater utama penilaian. Setiap tim akan diminta saling bersaing memecahkan masalah secara simultan. Setiap masalah memiliki karakter yang berbeda-beda. Ada yang memerlukan partisipasi seluruh tim atau hanya sebagian anggota tim. Baik partisipasi yang menggunakan kemampuan fisik maupun mental. Tim juga harus berfikir cepat, bagaimana caranya menggunakan sumberdaya yang tersedia dalam jumlah terbatas secara maksimal.

Untuk memenangkan tahap Time Based Competition ini, setiap tim dituntut mampu melakukan perencanaan secara cepat, tepat dan efektif, kerjasama, komunikasi, koordinasi dan semangat membangun kerjasama di antara sesama anggota tim.

Tahapan program berikutnya adalah Raider of the Lost Ark. Tujuan yang ingin dicapai pada tahapan ini adalah mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan hubungan antar individu, meningkatkan rasa saling mempercayai dan kerjasama.

Prinsipnya, setiap tim yang terlibat dalam program ini, diajak melakukan simulasi mencari harta karun. Setiap tim dilengkapi dengan peralatan dan petunjuk yang cukup untuk menemukan harta karun tersebut. Pengalaman yang ingin ditularkan pada setiap tim dalam program ini adalah setiap anggota tim akan menyadari pentingnya sebuah kerjasama dan kemitraan, karena satu sama lain anggota tim memiliki saling ketergantungan dalam menyelesaikan pencarian.

Program ini melatih individu yang terbiasa bekerja sendiri untuk mulai membiasakan diri bekerja secara tim. Langkah ini perlu untuk membangun kekuatan bersama dalam menyelesaikan misi.

Raider of the Lost Ark memberikan tantangan yang hampir sama dengan keadaan di lingkungan kerja, anggota tim harus bekerjasama untuk memecahkan masalah dengan informasi yang sangat terbatas.

Berikutnya adalah tahapan yang disebut “Mission: Its Possible”. Pesan yang ingin disampaikan dalam tahapan program pelatihan ini adalah peserta diminta untuk merasakan pengalaman dan menarik hasil positif dalam kepemimpinan, pembinaan, hubungan profesional, membangun motivasi dan kerjasama.

Program ini diyakini memberikan pengalaman yang sangat menarik dan tak terlupakan bagi peserta. Peserta melakukan ekspedisi untuk mencapai puncak gunung dengan segala cara, seperti traversing (merayap secara horizoantal di tebing), climbing (memanjat), scrambling (bersaing) dan chimney (keluar sebagai pemenang).

Manfaat yang terasa dari program ini adalah: meningkatnya rasa percaya diri, memahami resiko dalam mengambil keputusan dan berkembangnya komunikasi antar sesama anggota tim, karena untuk mencapai puncak, setiap anggota tim harus mempelajari dan mengembangkan kemampuan baru serta meningkatkan kepercayaan pada sesama anggota tim.

Dalam program ini anggota tim juga akan belajar mengenai perlunya kesabaran dan keteguhan hati untuk mencapai tujuan dimana sesama anggota tim akan saling memantau kondisi anggota tim lainnya.

Tahapan terakhir dari program experiental learning yang satu ini adalah pathfinder. Tujuan tahapan ini adalah mengembangkan kepemimpinan, meningkatkan rasa saling mempercayai dan kerjasama, mempelajari hal baru dan menerapkannya dengan menggunakan sumber daya yang terbatas…

Tahapan program ini merupakan gabungan dari program Raider of the Lost Ark dan Mission: It’s Possible dan akan menjadi pengalaman yang tak akan pernah terlupakan bagi peserta. Program ini menggabungkan semua aspek dalam olahraga petualangan mulai dari navigasi, panjat tebing sampai dengan arung jeram. Semua aspek tersebut telah dirancang secara khusus untuk mengeksplorasi elemen yang mendukung timbulnya kerjasama tim yang efektif, karena peserta saling tergantung satu sama lain untuk menyelesaikan misi yang harus mereka selesaikan.

Beberapa isu yang akan muncul dari selama menjalani program Pathfinder adalah: kepemimpinan, pemecahan masalah, menghilangkan konflik, kerjasama tim, komunikasi, menghilangkan rasa takut, menyediakan/memberikan bantuan, kesadaran atas keterbatasan kemampuan, dan semangat untuk menyelesaikan misi.

Selama menjalani program, tim akan berlatih bagaimana mengelola sumber daya yang dimiliki secara optimal agar dapat mencapai tujuan. Tertarik mencoba?

sumber