PENGERTIAN DINAMIKA KELOMPOK


533a7-originalBerbicara tentang dinamika kelompok berarti membahas tentang kegiatan sosial dari beberapa orang yang pasti lebih dari satu orang.

Pengertian dinamika

Dinamika adalah sesuatu yang mengandung arti tenaga kekuatan, selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap keadaan. Dinamika juga berarti adanya interaksi dan interdependensi antara anggota kelompok dengan kelompok secara keseluruhan. Keadaan ini dapat terjadi karena selama ada kelompok, semangat kelompok (group spirit) terus-menerus ada dalam kelompok itu, oleh karena itu kelompok tersebut bersifat dinamis, artinya setiap saat kelompok yang bersangkutan dapat berubah.

Pengertian kelompok

Kelompok adalah kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama. Menurut W.H.Y. Sprott mendefinisikan kelompok sebagai beberapa orang yang bergaul satu dengan yang lain. Kurt Lewin berpendapat ”the essence of a group is not the similarity or dissimilarity of its members but their interdependence”. H. Smith menguraikan bahwa kelompok adalah suatu unit yang terdapat beberapa individu, yang mempunyai kemampuan untuk berbuat dengan kesatuannya dengan cara dan dasar kesatuan persepsi. Interaksi antar anggota kelompok dapat menimbulkan kerja sama apabila masing-masing anggota kelompok.

Definisi dinamika kelompok menurut para ahli:

  • Shertzer dan Stone (1981). Dinamika kelompok adalah kekuatan-kekuatan yang berinteraksi dalam kelompok  pada waktu kelompok melakukan kegiatan-kegiatan untuk mencapai tujuannya.
  • Floyd D.Ruch (dalam Gunarsa, 2008). Dinamika kelompok adalah analisa dari relasi-relasi kelompok sosial, berdasarkan  prinsip bahwa tingkah laku dalam kelompok itu adalah hasil dari interaksi yang dinamis antara individu-individu dalam situasi sosial.
  • Santoso (2009). Dinamika kelompok adalah suatu kelompok yang teratur dari dua individu atau lebih yang mempunyai hubungan psikologis secara jelas antara anggota yang satu dengan yang lain.
  • Benyamin B. Wolman (dalam Rusmana). Dinamika kelompok adalah studi tentang hubungan sebab akibat yang ada di dalam kelompok, tentang perkembangan hubungan sebab akibat yang terjadi di dalam kelompok, tentang teknik-teknik untuk mengubah hubungan interpersonal dan attitude di dalam kelompok.
  • Jacobs, Harvill dan Manson (dalam Rusmana). Dinamika kelompok adalah kekuatan yang saling mempengaruhi hubungan timbal  balik kelompok dengan interaksi yang terjadi antara anggota kelompok dengan  pemimpin yang diberi pengaruh kuat pada perkembangan kelompok.
  • Johnson (2012). Dinamika kelompok adalah suatu lingkup pengetahuan sosial yang lebih berkosentrasi pada pengetahuan tentang hakekat kehidupan berkelompok.

Dari beberapa pengertian tersebut, maka didapat kesimpulan bahwa Dinamika Kelompok merupakan suatu pengetahuan sosial yang menganalisa hakekat aktivitas  berkelompok dalam hubungan antar anggota kelompok, interaksi, saling mempengaruhi dalam situasi sosial dalam kelompok agar mampu bergerak, berkembang dan menyesuaikan diri membangun kelompok dalam satu pencapaian tujuan.

 

🙂 dari berbagai sumber

Iklan

LOKASI WISATA OUTBOUND DI JAWA TIMUR


CampGround Bandulan, Pacet, Kab. Mojokerto – Lokasi Outbound Di Jawa Timur

Terletak di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Wilayah Kecamatan ini terletak di sebelah timur Kota Mojokerto, berbatasan dengan kecamatan Trawas di bagian timur, kecamatan Kutorejo di utara, kecamatan Gondang di barat dan bagian selatan berbatasan dengan hutan wilayah Batu.

Pacet berada di daerah dataran tinggi karena, yaitu ± 600 m dari permukaan laut, oleh karena itu, menempatkan Pacet sebagai daerah wisata yang perlu diperhitungkan khususnya di Jawa Timur. Dan lokasi tersebut diatas merupakan pilihan lain tempat wisata bagi penikmat panorama alam yang sejuk dan bebas polusi.

Berada diatas lahan seluas 2 Ha, lokasi ini diciptakan menjadi tempat yang nyaman untuk melaksanakan kegiatan wisata arung jeram, outing/outbound perusahaan maupun tempat yang nyaman untuk berekreasi keluarga, dan dilengkapi oleh fasilitas Pendopo (lobby), Camping Ground, Outbound Area, High Rope Area serta shower room yang representatif.Di awal tahun 2009 di daerah pacet mulai di lirik beberapa investor yang tertarik pada wisata & outbound pacet. Mereka berbondong – bondong membangun fasilitas penunjang outbound seperti villa dan lahan permainan. Sehingga sekarang di daerah pacet muncul beberapa provider yang menyediakan jasa pelatihan outbound dan organizer kegiatan seperti family gathering area jawa timur.

Outdoor activities (Outbound) sekarang ini menjadi salah satu magnet besar bagi wisata jawa timur terbukti peminat kegiatan Outdoor activities (Outbound) mengalami peningkatan yang sangat pesat. dari angka 5000 pengunjung Outdoor activities (Outbound) per-tahun d tahun 1998 menjadi 45.000 lebih di tahun 2010 angka yang luar biasa hebat untuk peningkatan grafik.jadi sudah banyak sekali baik individu ataupun perusahaan yang yakin dengan dampak baik dari kegiatan ini.Dari Outbound ini secara individu dituntut lebih berani/bernyali, banyak ide, kreatif, pro-aktif, bisa toleransi dan kerjasama untuk satu tujuan. Bagi yang menyukai tantangan ini akan sangat menarik dilakukan.
Info lebih lengkap silahkan menghubungi Hotline Sales Direct :
(031) 71453654, 081357225708, 0817585446, 081515512808

OUTBOUND DI JAWA TIMUR


Mengadakan Outbound bersama RAYAENAM Training & Outing Organizer..Seru dan Penuh Tantangan

Outbound RAYAENAMOutdoor Base Activities (Outbound Management Training) merupakan suatu bentuk kegiatan di alam terbuka yang berguna untuk mengembangkan kemampuan di bidang manajemen dan pengembangan diri (personal development) yang disimulasikan melalui permainan – permainan yang secara langsung bisa dirasakan oleh peserta dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri, berpikir kreatif, rasa kebersamaan dan saling percaya.
Manfaat dan tujuan dari penyelanggaraan outbound sebagai berikut :
  • Meningkatkan self confidence, self motivation dan interpersonal skill
  • Meningkatkan kemampuan dan ketrampilan dalam memimpin
  • Melihat kelemahan orang lain bukan sebagai kendala
  • Melihat orang lain sebagai bagian dari sukses diri sendiri dan sukses tim
  • Melihat kesulitan sebagai sesuatu yang menantang dan berani mengambil resiko

Untuk Informasi Program Outbound Training atau Outing di Jawa Timur silahkan menghubungi :
Outbound RAYAENAMMarketing Hotline : 081357225708, 081515512808, 0817585446

FAMILY GATHERING PROGRAM


RAYAENAM Training & Outing Organizer menawarkan acara liburan karyawan beserta keluarganya. Program ini sangat bermanfaat untuk mempererat hubungan sesama karyawan dan keluarga karyawan.

Program ini juga bertujuan sebagai sarana refreshing setelah bekerja di kantor. Diharapkan setelah kegiatan ini dapat tercipta suasana kerja dan hubungan yang lebih baik dan mantap.

Program berisi hiburan dan permainan yang menyenangkan bagi keluarga, dan aktifitas yang melibatkan Suami/Istri, serta aktifitas yang menarik untuk anak.

Untuk waktu / durasi program standar yang kami tawarkan berkisar 1 sampai dengan 3 hari. Lokasi maupun lama kegiatan dapat disesuaikan dengan pilihan anda.

Bagi anda yang ingin mengadakan kegiatan Company Outing atau Outbound Team Building di Jawa Timur, tidak ada salahnya untuk menghubungi :
Outbound RAYAENAMMarketing Hotline : 081357225708, 081515512808, 0817585446

OUTBOUND MANAGEMENT TRAINING


Team Building Training With Rayaenam Outbound

Team Building Training With Rayaenam Outbound

Peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) adalah upaya yang sangat strategis dalam rangka meningkatkan kinerja organisasi.  Salah satu cara meningkatkan kualitas SDM  ditempuh melalui pendidikan dan pelatihan yang sistematis.

Outbound akhir-akhir ini semakin popular di kalangan para praktisi pelatihan SDM.  Banyak perusahaan besar maupun perusahaan kecil, juga instansi pemerintah memanfaatkan metode outbound di dalam pengembangan SDM-nya.

Apa hakikat outbound ?

Bagaimana outbound dilaksanakan ?

Apa implikasi praktis outbound bagi pengembangan organisasi ?

Dan, mengapa outbound ini sangat populer?

Salah satu cara meningkatkan kualitas SDM  ditempuh melalui pendidikan dan pelatihan yang sistematis, dan metode yang popular saat ini adalah Outbound

Outbound adalah suatu metode pembelajaran yang dirancang untuk pengembangan diri dan kelompok, melalui pembentukan­ keterbukaan, toleransi, kebersamaan, kepekaan terhadap rasa kebutuhan dan harapan kelompok / orang lain, dengan memanfaatkan alam sebagai media atau sarana belajar.  Hakikat outbound, bagaimana outbound dilaksanakan dan apa implikasi praktis outbound bagi pengembangan organisasi menjadi topik ulasan pada tulisan ini.  Implikasi praktis dikaitkan dengan team building, leadership dan culture development.

Untuk informasi penyelenggara/pelaksana kegiatan OutBound di Jawa Timur silahkan hubungi :

 

 

Marketing Hotline : 0817585446, 081357225708, 081515512808

 

 

 

TAHAPAN PROSES PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SDM


RAYAENAM Outbound TrainingSebelum pelatihan dapat diselenggarakan, kabutuhan akan hal itu perlu dianalisis lebih dahulu. Hal demikian disebut sebagai langkah/tahapan penilaian dari proses pelatihan. Dalam tahapan ini menurut (Gomes:2003:204) terdapat paling kurang tiga tahapan utama dalam pelatihan dan pengembangan, yakni: penentuan kebutuhan pelatihan, desain program pelatihan, evaluasi program pelatihan.

  • Penentuan kebutuhan pelatihan (Assessing Training Needs)
    • Adalah lebih sulit untuk menilai kebutuhan-kebutuhan pelatihan bagi para pekerja yang ada daripada mengorientasikan para pegawai yang baru. Dari satu segi kedua-duanya sama. Tujuan penentuan kebutuhan pelatihan ini adalah untuk mengumpulkan sebanyak mungkin informasi yang relevan guna mengetahui dan atau/menentukan apakah perlu atau tidaknya pelatihan dalam organisasi tersebut.
    • Dalam tahapan ini terdapat tiga macam kebutuhan akan pelatihan yaitu :
      • General treatment need, yaitu penilaian kebutuhan pelatihan bagi semua pegawai dalam suatu klasifikasi pekerjaan tanpa memperhatikan data mengenai kinerja dari seseorang pegawai tertentu.
      • Oversable performance discrepancies, yaitu jenis penilaian kebutuhan pelatihan yang didasarkan pada hasil pengamatan terhadap berbagai permasalahan, wawancara, daftar pertanyaan, dan evaluasi/penilaian kinerja, dan dengan cara meminta para pekerja untuk mengawasi sendiri hasil kerjanya sendiri.
      • Future human resources neeeds, yaitu jenis keperluan pelatihan ini tidak berkaitan dengan ketidak sesuaian kinerja, tetapi Iebih berkaitan dengan sumberdaya manusia untuk waktu yang akan datang.
  • Mendesain program pelatihan (Desaigning a Training Program).
    • Sebenarnya persoalan performansi bisa disiatasi melalui perubahan dalam system feedback, seleksi atau imbalan, dan juga melalui pelatihan. Atau akan lebih mudah dengan melakukan pemecatan terhadap pegawai selama masa percobaannya.
    • Jika pelatihan merupakan Solusi terbaik maka para manajer atau supervisor harus memutuskan program pelatihan yang tepat yang bagaimana yang harus dijalankan.
  • Evaluasi efektifitas program (Evaluating Training Program Effectivenees).
    • Supaya efektif, pelatihan haru merupakan suatu solusi yang tepat bagi permasalahan organisasi, yakni bahwa pelatihan tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki kekurangan keterampilan. Untuk meningkatkan usaha belajarnya,para pekerja harus menyadari perlunya perolheanb informasi baru atau mempelajari keterampilan-keterampilan baru, dan keinginan untuk belajar harus dipertahankan. Apa saja standar kinerja yang telah ditetapkan, sang pegawai tidak harus dikecewakan oleh pelatih yang menuntut terlalu banyak atau terlalau sedikit.
    • Tujuan dari tahapan ini adalah untuk menguji apakah pelatihan tersebut efektif di dalam mencapai sasaran-sasarannya yang telah ditetapkan. Ini menghendaki identifikasi dan pengembangan kriteria tertentu.
    • Program pelatihan bisa dievaluasi berdasarkan informasi yang bisa diperoleh pada lima tingkatan :
      • Reaction : Ukuran mengenai reaksi ini didesain untuk mengetahui opini dari para peserta mengenai program pelatihan. Usaha untuk mendapatkan opini para peserta tentang pelatihan ini, terutama didasarkan pada beberapa alasan utama, seperti: untuk mengetahui sejauh mana para peserta merasa puas dengan program untuk maksud diadakannya bebrapa revisi atas program pelatihan, untuk menjamin agar para peserta yang lain bersikap represif untuk mengikuti program pelatihan.
      • Learning: Informasi yang ingin diperoleh melalui jenis evaluasi ini adalah mengetahi seberapa jauh para peserta menguasai konsep-konsep, pengetahuan, keterampilan-keterampilan yang diberikan selama pelatihan.
      • Behaviors: Perilaku dari para peserta, sebelum dan sesudah pelatihan, dapat dibandingkan guna mengetahui tingkat pengaruh pelatihan terhadap perubahan performansi mereka. Langkah ini penting karena sasaran dari pelatihan adalah untuk mengubah perilaku atau performansi para peseerta pelatihan setelah diadakan program pelatihan.
      • Organizational result:tujuan dari pengumpulan informasi pada level ini adalah untuk menguji dampak pelatihan terhadap kelompok kerja atau organisasi secara keseluruhan.
      • Cost effectivity:ini dimaksudkan untuk mengetahui besarnya biaya yang dihabiskan bagi program pelatihan, dan apakah besarnya biaya untuk pelatihan tersebut terhitung kecil atau besar dibandingkan biaya yang timbul dari permasalah yang dialami oleh organisasi.