PAKET OUTING


RAYAENAM Outbound

Outing & Gathering Event adalah Aktivitas sela di akhir pekan atau liburan sebagai ajang keakraban dan refreshing di antara karyawan/pegawai/staff/anggota dan keluarga. Kegiatan ini dapat dirancang lebih menarik dengan sentuhan kegiatan di alam terbuka dan games bersifat “fun and refresh” di lokasi-lokasi pilihan yang jauh dari polusi dan hiruk-pikuk kota. Dengan menggunakan media alam terbuka dan permainan yang menantang dan melibatkan banyak aktivitas fisik juga strategi, maka para peserta akan memperoleh suasana refresh dan pengalaman yang menarik dan menantang untuk di implementasikan dalam menghadapi pekerjaan sehari-hari. Beberapa contoh bentuk/format program Outing & Gathering Event yang dapat dilaksanakan di antaranya Adventure Rafting, Paintball Combat Challenge, Family/Employee Day, Company Anniversary, Outdoor Competition Event, dan sebagainya.

Untuk info lebih lanjut silahkan klik disini :

RAYAENAM Training & Outing Organizer

Iklan

Pemkab Sidoarjo Kembangkan Wisata Tengah Kota


sidoarjoPemerintah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, siap untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di tengah kota kabupaten yang wilayahnya  membentang di pinggiran sebelah selatan Kota Surabaya tersebut. Kepala Badan Perencanaan Daerah Kabupaten Sidoarjo, Sulaksono, Rabu, mengatakan, wisata di tengah kota tersebut dilakukan sebagai upayaawal untuk menarik minat kunjungan wisatawan ke daerah itu.

“Wisata tersebut dimulai dari Museum Mpu Tantular, Alun-Alun Sidoarjo, Kampung Batik dan juga Pabrik Gula Candi,” katanya usai melakukan seminar tentang pengembangan destinasi wisata dan pembangunan ekonomi setempat di Balai Diklat Sidoarjo. Ia mengemukakan, dengan adanya pengembangan wisata tersebut, maka
Sidoarjo memiliki rute tujuan wisata yang terintegrasi guna menarik wisatawan untuk datang.

“Selanjutnya, pada dinas-dinas terkait diharapkan mampu memberikan dukungan terkait dengan pembangunan wisata tersebut,” katanya. Sulaksono mengatakan, sebenarnya di Kabupaten Sidoarjo sendiri memiliki banyak tempat tujuan wisata mulai dari wisata belanja sampai dengan wisata sejarah. “Untuk wisata sejarah kita juga memiliki beberapa tempat unggulan seperti Candi Pari, Candi Sumur, Candi Dermo dan juga Candi Pamotan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Sidoarjo (APPWS) Supomo mengatakan, untuk meningkatkan kunjungan wisatawan yang ada di daerah ini memang diperlukan dukungan dari pemerintah. “Dukungan dari pemerintah memang sangat dibutuhkan, terutama untuk perbaikan dan juga infrastruktur menuju ke lokasi wisata,” katanya.

Pewarta: Indra Setiawan

Editor: Edang Sukarelawati

sumber http://www.antarajatim.com

LOKASI WISATA OUTBOUND DI JAWA TIMUR


CampGround Bandulan, Pacet, Kab. Mojokerto – Lokasi Outbound Di Jawa Timur

Terletak di Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Wilayah Kecamatan ini terletak di sebelah timur Kota Mojokerto, berbatasan dengan kecamatan Trawas di bagian timur, kecamatan Kutorejo di utara, kecamatan Gondang di barat dan bagian selatan berbatasan dengan hutan wilayah Batu.

Pacet berada di daerah dataran tinggi karena, yaitu ± 600 m dari permukaan laut, oleh karena itu, menempatkan Pacet sebagai daerah wisata yang perlu diperhitungkan khususnya di Jawa Timur. Dan lokasi tersebut diatas merupakan pilihan lain tempat wisata bagi penikmat panorama alam yang sejuk dan bebas polusi.

Berada diatas lahan seluas 2 Ha, lokasi ini diciptakan menjadi tempat yang nyaman untuk melaksanakan kegiatan wisata arung jeram, outing/outbound perusahaan maupun tempat yang nyaman untuk berekreasi keluarga, dan dilengkapi oleh fasilitas Pendopo (lobby), Camping Ground, Outbound Area, High Rope Area serta shower room yang representatif.Di awal tahun 2009 di daerah pacet mulai di lirik beberapa investor yang tertarik pada wisata & outbound pacet. Mereka berbondong – bondong membangun fasilitas penunjang outbound seperti villa dan lahan permainan. Sehingga sekarang di daerah pacet muncul beberapa provider yang menyediakan jasa pelatihan outbound dan organizer kegiatan seperti family gathering area jawa timur.

Outdoor activities (Outbound) sekarang ini menjadi salah satu magnet besar bagi wisata jawa timur terbukti peminat kegiatan Outdoor activities (Outbound) mengalami peningkatan yang sangat pesat. dari angka 5000 pengunjung Outdoor activities (Outbound) per-tahun d tahun 1998 menjadi 45.000 lebih di tahun 2010 angka yang luar biasa hebat untuk peningkatan grafik.jadi sudah banyak sekali baik individu ataupun perusahaan yang yakin dengan dampak baik dari kegiatan ini.Dari Outbound ini secara individu dituntut lebih berani/bernyali, banyak ide, kreatif, pro-aktif, bisa toleransi dan kerjasama untuk satu tujuan. Bagi yang menyukai tantangan ini akan sangat menarik dilakukan.
Info lebih lengkap silahkan menghubungi Hotline Sales Direct :
(031) 71453654, 081357225708, 0817585446, 081515512808

RAFTING SERU DI SUNGAI KROMONG PACET MOJOKERTO


Wisata Arung Jeram Pacet Mojokerto

Rafting PacetPacet Rafting ini sangat mudah ditempuh, dari kota Malang dan Batu sekitar 50 KM melalui tempat wisata Selecta, Pemandian Air Panas Cangar dan Taman Hutan Rakyat Raden Soerjo. Dari Surabaya, Anda bisa menuju Mojosari (Mojokerto), dilanjutkan menuju arah terminal Pacet. Baik dari Malang/Batu ataupun Surabaya, Rafting Pacet sangat mudah ditempuh dengan kondisi jalan yang relatif baik kecuali dari arah Batu yang agak curam. Sebagai alternatif, Anda bisa menuju Pacet Rafting melalui Malang – Pandaan – Trawas – Pacet dengan kondisi jalan memutar, sedikit agak jauh tetapi relatif lebih nyaman. Perjalanan menuju rafting Pacet sekitar 1,5 – 2 jam.

Banyak pemandangan indah yang akan Anda temui sepanjang jalan menuju Pacet Rafting. Bila dari Malang/Batu, selain bisa mampir di Taman Wisata Bunga Selecta, Kebun Apel, Kolam Air Panas Cangar, Arboretum Sungai Brantas, Taman Hutan Rakyat R. Soerjo, Perkebunan Sayur Mayur di Bumiaji, tidak ketinggalan puncak gunung Welirang dengan asap belerang yang terus mengepul. Pada beberapa pemberhentian, puncak gunung Semeru dapat terlihat khususnya saat cuaca cerah. Adapun bila Anda melewati Pandaan dari Malang, Anda bisa melewati Candi Singosari, Kebun Raya Purwodadi dan Candi Jawi di Pandaan. Perjalanan dari Surabaya bisa ditempuh melewati museum Trowulan di Mojokerto dan beberapa candi bekas peninggalan kerajaan Majapahit.

OBECH Rafting Pacet

Rafting Pacet Obech ini berlokasi di Sungai Kromong terletak kawasan wisata alam Bandulan, Pacet di Kabupaten Mojokerto. Sungai ini memiliki gradian ± 40 derajat dengan grade 2 s/d 3. Perjalanan dari basecamp menuju tempat start diawali dengan naik shuttle pick-up, melewati jalan yang berkelok-kelok di perkampungan, persawahan dan perkebunan sekitar 10 menit. Anda juga akan diajak pemanasan sekitar 10 menit dengan soft trekking menuruni perbukitan dengan pemandangan yang menakjubkan.

Untuk info dan reservasi silakan hubungi Marketing Hotline   081357225708, 0817585446, 081515512808

OBECH RAFTING, Tempat Wisata Rafting di Pacet Mojokerto


Obech RaftingSelamat datang di rayaenam.wordpress.com, adalah situs panduan informasi wisata arung jeram pacet rafting yang berlokasi di sungai Kromong wisata Bandulan Pacet Mojokerto. Pada obechrafting.com ini Anda kami ajak berbagi informasi berkaitan dengan kegiatan rafting atau arung jeram di Obech Wilderness Experience.

Rafting atau biasa dikenal Arung Jeram adalah sebuah aktivitas pengarungan sungai yang memiliki jeram. Kegiatan ini tentunya membutuhkan kemampuan fisik dan keberanian menghadapi tantangan alam. Tantangan mengarungi jeram inilah yang menjadikan rafting menjadi kegiatan menyenangkan dan penuh tantangan dan tentunya banyak mendapatkan pengalaman menyenangkan dan tak terlupakan.

Sungai Kromong yang terletak dikawasan hutan wisata alam Bandulan tentu mempunyai pemandangan alam yang asri dan alami. Beningnya air Sungai diantara tebingGunung dan udara yang segar menambah serunya petualangan di Obech rafting.

Kegiatan arung jeram atau Rafting Bisa dinikmati oleh anak mulai usia 8 tahun sampai 50 tahun tergantung kesiapan fisik dan mentalnya dan bisa berdiri sendiri atau merupakan gabungan dari kegiatan pelatihan sdm “Outbound Training” dan flying fox yang biasa kami lakukan di area base camp.

PT. Obech Pesona Nusantara atau dikenal dengan Obech Wilderness Experience yang didirikan pada tahun 2009 oleh para pelaku bisnis wisata alam yang kreatif dan sudah sangat berpengalaman di bidang wisata alam khususnya wisata arung jeram.

OBECH Wilderness Experience adalah perusahaan jasa penyelenggara kegiatan wisata arung jeram (rafting), outbound dan tempat sarana rekreasi bidang wisata dan pendidikan yang beroperasi di Kawasan Wisata Alam Bandulan, Pacet, Mojokerto

Obech Rafting mulai beroperasi awal tahun 2010. Meskipun sebagai pendatang baru di wilayah Jawa Timur sampai awal tahun 2011 sudah ribuan orang merasakan sensasi ber rafting ria di Obech rafting. Walaupun relatif baru sebagai ajang arung jeram, tetapi fasilitas penunjang di tempat rafting ini sudah cukup baik. Di base camp kami lengkapi dengan fasilitas pendopo dan high ropes outbound games.

Anda pernah Rafting di Sungai lain?

Anda belum pernah sama sekali rafting?

Tim kami akan memberikan pelayanan yang terbaik untuk anda. Sehingga Liburan Anda menjadi menyenangkan dan mengesankan. Segera hubungi kami untuk info lebih lanjut.

Untuk info lebih dan pemesanan silahkan klik RAFTING OBECH PACET

Yogyakarta, Atmosfirya Bikin Kangen


Yogyakarta bukan nama baru sebagai destinasi liburan. Banyak tempat bisa dikunjungi di lokasi ini. Mulai dari kelas elite hingga kaki lima memiliki atmosfir sendiri. Namun begitu, kami mencoba menampilkan sisi lain Kota Gudeg ini, seperti kursus kilat membuat perak di Studio 76 dan berkunjung ke Tamansari.

Yogyakarta (beberapa orang menyebutnya Yogyakarta, Jogjakarta, Yogya atau Jogya) adalah kota yang terkenal akan sejarah dan warisan budayanya. Jogja merupakan pusat kerajaan Mataram Kuno (1575-1640) sampai sekarang Kraton (Istana) masih berfungsi dalam arti yang sesungguhnya. Jogja juga memiliki banyak candi berusia ribuan tahun yang merupakan peninggalan kerajaan-kerajaan besar jaman dahulu, di antaranya adalah Candi Borobudur yang dibangun pada abad ke-9 oleh dinasti Syailendra.

Liburan ke Jogja kurang lengkap kalau tidak singgah ke Kotagede, kota di mana kerajian perak memiliki tempat tersendiri. Jika anda selama ini hanya membeli perak dari kota ini, tidak ada salahnya anda mencoba sesuatu yang sedikit beda, membuat sendiri perhiasan perak misalnya.

Sebagaimana yang dilakukan Studio 76 yang menyediakan kursus bagi pengunjung yang tertarik dengan perhiasan perak. Hanya dalam waktu 3 jam dengan bimbingan instruktur professional anda bisa membuat cincin, liontin, gelang dan sebagainya sebagai oleh-oleh asli Kotagede juga asli buatan sendiri.

Studio 76 merupakan sebuah rumah seni yang memproduksi kerajinan perak seperti miniatur andong, becak, kereta kencana, peralatan makan perak dan lain sebagainya. Selain memproduksi juga menawarkan kursus membuat perhiasan perak untuk wisatawan yang sedang berkunjung ke Yogyakarta. Studio 76 terletak di tengah Kotagede, anda akan menemukan Kotagede yang sebenarnya dengan kehidupan khasnya, pengrajin peraknya, makanan khas tradisionalnya dan juga dengan bangunan-bangunan kunonya.

Destinasi berikutnya adalah Tamansari yang merupakan taman kerajaan atau pesanggrahan Sultan Yogya dan keluarganya. Sebenarnya selain Taman Sari, Kesultanan Yogyakata memiliki beberapa pesanggrahan seperti Warungboto, Manukberi, Ambarbinangun dan Ambarukmo. Kesemuanya berfungsi sebagai tempat tetirah dan bersemadi Sultan beserta keluarga. Disamping komponen-komponen yang menunjukkan sebagai tempat peristirahatan, pesanggrahan-pesanggrahan tersebut selalu memiliki komponen pertahanan. Begitu juga hanya dengan Tamansari.

Letak Tamansari hanya sekitar 0,5 km sebelah selatan Kraton Yogyakarta. Arsitek bangunan ini adalah bangsa Portugis, sehingga selintas seolah-olah bangunan ini memiliki seni arsitektur Eropa yang sangat kuat, di samping makna-makna simbolik Jawa yang tetap dipertahankan. Namun jika kita amati, makna unsur bangunan Jawa lebih dominan di sini. Tamansari dibangun pada masa Sultan Hamengku Buwono I atau sekitar akhir abad XVII M. Tamansari bukan hanya sekedar taman kerajaan, namun bangunan ini merupakan sebuah kompleks yang terdiri dari kolam pemandian, kanal air, ruangan-ruangan khusus dan sebuah kolam yang besar (apabila kanal air terbuka).

Bagian Kolam Pemandian, merupakan bagian Tamansari yang digunakan untuk Sultan dan keluarganya bersenang-senang. Bagian ini terdiri dari dua buah kolam yang dipisahkan dengan bangunan bertingkat. Air kolam keluar dari pancuran berbentuk binatang yang khas. Bangunan kolam ini sangat unik dengan pot-pot besar didalamnya.

Sumur Gemuling adalah sebuah bangunan melingkar yang berbentuk seperti sebuah sumur didalamnya terdapat ruangan-ruangan yang konon dahulu difungsikan sebagai tempat sholat. Sementara itu lorong-lorong yang ada di kawasan ini dahulu konon berfungsi sebagai jalan rahasia yang menghubungkan Tamansari dengan Kraton Yogyakarta. Bahkan ada legenda yang menyebutkan bahwa lorong ini tembus ke pantai selatan dan merupakan jalan bagi Sultan Yogyakarta untuk bertemu dengan Nyai Roro Kidul yang konon menjadi istri bagi raja-raja Kasultanan Yogyakarta. Bagian ini memang merupakan bagian yang berfungsi sebagai tempat pertahanan atau perlindungan bagi keluarga Sultan apabila sewaktu-waktu ada serangan dari musuh.

Tamansari adalah sebuah tempat yang cukup menarik untuk dikunjungi. Selain letaknya yang tidak terlalu jauh dari Kraton Yogyakarta yang merupakan obyek wisata utama kota ini, Tamansari memiliki beberapa keistimewaan. Keistimewaan Tamansari antara lain terletak pada bangunannya sendiri yang relatif utuh dan terawat serta lingkungannya yang sangat mendukung keberadaannya sebagai obyek wisata.

Di lingkungan Tamansari ini dapat dijumpai Masjid Saka Tunggal yang memiliki satu buah tiang. Meskipun masjid ini dibangun pada abad XX, namun keunikannya tetap dapat menjadi aset dikompleks ini. Di samping itu, kawasan Tamansari dengan kampung taman-nya ini sangat terkenal dengan kerajinan batiknya. Kita dapat berbelanja maupun melihat secara langsung pembuatan batik-batik yang berupa lukisan maupun konveksi. Kampung Tamansari ini sangat dikenal sehingga banyak mendapat kunjungan baik dari wisatawan mancanegara maupun wisata nusantara. Tidak jauh dari Tamansari, dapat dijumpai Pasar Ngasem yang merupakan pasar tradisional dan pasar burung terbesar di Yogyakarta. Beberapa daya tarik pendukung inilah yang membuat Tamansari menjadi salah satu tujuan wisata Kraton Yogyakarta.

Atmosfir seni begitu terasa di Jogja. Malioboro, yang merupakan urat nadi Jogja, dibanjiri barang kerajinan dari segenap penjuru. Musisi jalanan pun selalu siap menghibur pengunjung warung-warung lesehan. Banyak orang yang pernah berkunjung ke Jogja mengatakan bahwa kota ini selalu bikin kangen. Berkunjunglah ke sini dan anda pasti akan mengerti sebabnya.

Sumber : Perempuan.com

Petirtaan Jolotundo


Rasa penasaran seperti apa kondisi objek wisata ini setelah lebih dari 10 tahun yang lalu saya kunjungi, menyebabkan saya memaksakan diri meluangkan waktu buat mengunjunginya. Masih cukup melekat dalam benak, akan pepohon yang rindang, susana yang sejuk dan asri disertai gemericik air yang mengalir dari petirtaan jolotundo. Semoga belum banyak berubah, doa saya.

Kendaraan pun dilaju sedikit lebih cepat, melintasi jalan khas perbukitan dengan tanjakan dan kelokan yang acapkali memaksa diri untuk menekan pedal rem bila tidak ingin celaka. Tanjakan curam diujung perjalanan, mengantarkan saya ke lokasi wisata Petirtaan Jolotundo.

Dahi saya langsung berkerut melihat objek wisata ini sudah banyak berubah. Beberapa pohon tampaknya sudah ditebang untuk kemudian diganti dengan bangunan permanen berupa pendopo dan toilet umum. Suasana yang ada-pun tampak lebih tebuka tidak se-rimbun/rindang dulu lagi 😦 Dengan tempat yang lebih terbuka ini, kesan “sakral”-nya jadi jauh berkurang.

Beberapa pengunjung tampak mandi di dua bilik (pria dan wanita) yang tersedia di petirtaan tersebut. Sebagian orang nampaknya mempercayai bahwa mandi di petirtaan jolotundo ini menjadikan awet muda atau bisa menyembuhkan beberapa macam penyakit. Air yang dari kedua tempat pemandian tersebut nantinya menaglir keluar dan menyatu ke bagian tengah dalam bentuk kolam yang dipenuhi ikan-ikan. Meskipun jumlah ikan yang ada dikolam ini boleh dibilang banyak dan berukuran besar, tapi adalah hal yang terlarang untuk memancingnya.

Disekitar pemandian, nampak bongkahan batu situs berbagai ukuran telah dikumpulkan secara rapi dalam satu tempat khusus. Mestinya bongkahan batu tersebut merupakan bagian bangunan dari situr petirtaan jolotundo, namun karena belum diketahui bagaimana bentuk sebenarnya, maka proses rekonstruksinya belum bisa dilakukan. Beberapa diantara bongkahan tersebut, nampak coba disusun membentuk suatu bagian bangunan. Bekas pebakaran dupa disertai berbagai sisa bunga-bunga khas pedupa-an, nampak berserakan didepannya. Nampaknya ditempat ini masih banyak masyarakat yang melakukan tirakat ata semedi dengan maksud dan tujuan tertentu.

Secara umum objek wisata ini perlu dibenahi lagi agar mampu menarik kunjungan wisatawan. Fasilitas toilet yang ada nampaknya juga sudah mulai tak terawat dan berkesan kotor. Fasilitas permainan anak-anak yang tak jauh dari gerbang masuk tampaknya juga sudah tidak bisa digunakan lagi. Penambahan papan informasi maupun dalam bentuk booklet akan sejarah yang melatar belakangi keberadaan petirtaan Jolotundo ini, nampaknya perlu dibuat. Setidaknya keberadaan informasi tersebut akan mampu memberikan sedikit informasi dari pengunjung saat mencoba mengetahui lebih banyak tentang apa yang dikunjunginya di lokasi wisata ini.

Petirtaan jolotundo ini merupakan peninggalan tertua di Gunung Penanggungan yang diperkirakan berkaitan erat dengan Raja Airlangga. Sebenarnya di Gunung Penanggungan ini banyak terdapat situs candi, namun keberadaannya tersebar di berbagai lokasi. Dari petugas lokasi, diperkirakan terdapat 9 candi, namun perlu fisik dan stamina yang prima untuk mencapainya, mengingat candi-candi tersebut berada di lereng pegunungan. Sebenarnya saya pribadi ingin sekali mendatangi situs atau candi-candi tersebut, namun kedatangan kali ini yang membawa serta orang tua nampaknya tidak memungkinkan. Lain kali jika ada kesempatan lagi berkunjung kemari tentu saya akan mencobanya.

Sumber : Navigasi.net