Cara Memilih Operator/Provider Outbound Training


Team Building ActivitySaat ini banyak sekali bermunculan operator pelatihan outbound di Indonesia, baik dari kalangan komunitas pencinta alam maupun dari praktisi bisnis yang sengaja membuka peluang bisnis ini. Berbicara mengenai motivasi…siapa yang tau?.

Sungguh sangat memprihatinkan kondisi yang tengah terjadi di kancah bisnis pelatihan ini, betapa tidak ? Ternyata, Safety procedure adalah wacana yang paling utama untuk disepelekan didalam penyelenggaraan jenis pelatihan ini. Hal ini terjadi karena pengetahuan dan pengalaman yang minim, bayangkan saja dengan bermodalkan pengetahuan yang baru-baru saja didapat di tambah pengalaman pernah mengikuti pelatihan ini juga browsing internet atau membeli buku kecil yang sudah banyak beredar mengenai jenis-jenis permainan (outbound) orang berani-beraninya membuka jasa pelatihan ini.

Oleh sebab itu, perusahaan yang berencana untuk melatih karyawannya dengan menggunakan bentuk pelatihan dengan menggunakan unsur-unsur alam bebas ini harus berperan sebagai “rem” dari operator-operator yang sesungguhnya membahayakan dirinya sendiri ini, yaitu dengan cara menjalankan beberapa tips dan trik sebelum menentukan operator outbound.

Safety procedure adalah hal mutlak yang harus mendasari bentuk pelatihan ini diselenggarakan. Tanyakan sedetil mungkin bagaimana proses demi proses berlangsung, dengan cara membesarkan volume intuisi Anda, sehingga diharapkan Anda bisa melihat “hal-hal aneh” yang mungkin terjadi seputar keselamatan karyawan Anda.

Jangan mudah tergiur oleh penawaran tempat dan fasilitas inap yang mewah, karena secara tidak langsung proses pembentukan karakter individu dan tim dalam rangkaian pelatihan ini tidak akan optimal. Karena salah satu kunci keberhasilan pelatihan ini adalah “membawa keluar” para peserta dari lingkaran fasilitas yang nyaman.

Selalu fokus pada tujuan yang ingin dicapai didalam proses pelatihan ini, perhatikan bagaimana cara operator menjawab untuk memperolehnya. Apabila operator selalu terpaku pada jenis permainan, fasilitas apalagi harga. Saran saya, lupakan operator ini. Tetapi pilihlah operator yang selalu concern pada sejarah keretakan atau ketidak harmonisan didalam tubuh perusahaan baik yang diakibatkan oleh perorangan maupun kelompok atau departemen tertentu, karena karakter operator yang seperti ini merasakan pentingnya sejarah tersebut untuk membuat sebuah alur dan tekanan-tekanan selama pelatihan berlangsung.

Operator yang baik akan selalu memberikan pre and post test kepada karyawan yang mengikuti pelatihan. Hal ini sangat berguna sebagai indicator keberhasilan penyampaian materi selama mengikuti pelatihan.

Mintalah rundown acara yang akan diselenggarakan, dan pastikan setiap proses pelatihan berlangsung selalu ada orang yang bertanggung jawab (person in charge), sehingga jika terjadi kondisi urgent/emergency segera mengetahui orang yang dimintai pertanggungjawaban.

Saat presentasi, mintalah simulasi permainan yang sederhana dan pastikan sang simulator menggunakan metode brief – activity – debrief yang baik dan benar. Yaitu, kemampuan berbicara yang mampu menyampaikan bahasa secara lugas dan jelas tentang suatu permainan tertentu.

Pengetahuan teori dan praktek tentang jasa pelatihan ini begitu mudahnya disimulasikan dalam bentuk-bentuk permainan dengan menggunakan unsur-unsur alam bebas (bukit, sungai, pohon, dsb) dari yang sederhana sampai dengan yang rumit, dari yang menggunakan alat-alat bantu sederhana sampai dengan yang berat, dari resiko yang rendah (low risk) sampai dengan resiko tingkat tinggi (high risk) dan dari pengaruh yang berdampak rendah (low impact) sampai dengan pengaruh yang berdampak luar biasa (high impact). Tetapi hal tersulit adalah memberikan penanaman-penanaman dalam kurun waktu cukup lama yang sungguh berarti dirasakan oleh karyawan baik secara individu ataupun kelompok ketika kembali pada habitatnya didalam lingkungan kerja.

Iklan

PROGRAM OUTBOUND CUSTOM


533a7-originalPerilaku perusahaan atau suatu lembaga yang sering menggunakan jasa training khususnya training alam bebas atau outbound atau team building program ini biasanya lebih menyukai operator yang memiliki customized program. Hal ini tentunya akan memudahkan lembaga itu tadi didalam penentuan program yang akan mereka minati.

Latar belakang kesukaan ini berasal dari ketertarikan dan kebutuhan yang berbeda-beda didalam “memperbaiki” orang-orang yang berada di lingkungan suatu lembaga atau perusahaan. Pada khususnya depertemen Human Resources Departemen akan mengambil alih tugas atau bagian pekerjaan ini.

Adapun isian standar dari custom program ini antara lain: Nama Perusahaan / Lembaga / Organisasi, Alamat dan informasi komunikasi laiinya seperti telepon, email dan lain sebagainya. Kemudian mereka harus melampirkan atau mengisi Jumlah Peserta, Fasilitas yang diinginkan seperti penginapan, makanan berat dan ringan sampai kepada kebutuhan MCK. Setelah melampirkan beberapa uraian di atas mereka juga diharapkan dapat mengisi uraian berikutnya seperti Harapan yang ingin di capai didalam pelatihan Outbound ini. Hal terakhir yang tentunya sangat berpengaruh bagi operator didalam menentukan proposal dan harga adalah uraian mengenai organisasi atau perusahaan itu sendiri seperti Bidang usaha, jumlah total karyawan yang bekerja, dan permasalahan yang seringkali timbul yang sering menimbulkan penurunan pada kinerja dan hubungan social antara karyawan yang satu dengan yang lainnya.

Setelah uraian diatas dicantumkan, operator akan mendiskusikan dengan bagian internal didalam runutan proposal, rangkaian acara , rujukan lokasi pelatihan outbound sampai dengan penawaran harga. Yang kemudian dikirimkan kembali kepada suatu lembaga atau perusahaan yang meminta rujukan proposal. Untuk proses berikutnya adalah dilakukannya presentasi apabila penawaran tersebut di terima.

Khususnya di Indonesia, banyak sekali proses transaksi jasa seperti ini tidak dilakukan sehingga terdapat jembatan yang hilang (tidak terjadi kesepakatan) karena kurangnya informasi yang disampaikan. Contohnya saja, kebanyakan proses yang transaksi yang terjadi adalah langsung menanyakan harga suatu pelatihan per orang. Tanpa di uraikan kebutuhan, fasilitas dan program yang akan dipilih.

Budaya seperti di atas mungkin memiliki motif tersendiri, tetapi memang begitu keadaannya yang sedang terjadi di Indonesia. Efek jangka panjangnya adalah tidak banyak lembaga atau perusahaan yang tadinya berminat untuk menggunakan jasa pelatihan outbound menjadi mengurungkan niatnya dikarenakan tidak terjadinya proses transaksi jasa yang benar.

Himbauan saya sebagai praktisi di bidang ini adalah marilah kita mengupayakan proses yang sesungguhnya dari proses awal pembentukan program pelatihan ini sehingga nilai-nilai yang terkandung dari bentuk pelatihan ini bisa berkembang dengan baik dan memiliki citra yang positif dikalangan lembaga dan perusahaan pada khususnya.

TEMPAT WISATA ARUNG JERAM DI MOJOKERTO


 

Rrafting pacet Mojokerto di Sungai Kromong telah menjadi daya tarik wisata,www.rafting-pacet.com,081334664876 afting Pacet Mojokerto yang lebih sering dilakukan di Sungai Kromong ini telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisata yang hobi menguji adrenalin. Sungai Kromong yang hadir di Jawa Timur sebagai tempat rafting yang terbaru dan terlengkap, karena disinilah dilengkapi wahana outbound  Pacet Mojokerto baik untuk kalangan dewasa maupun anak- anak.

Rafting Pacet di Sungai Kromong ini telah memberikan sensasi baru bagi Anda yang berhobi rafting dan tentunya sensasi yang ditawarkan juga cukup menantang dan patut Anda coba. Jarak untuk rafting kira-kira 6 kilometer dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 2,5 jam. Dijamin ketika Anda mencoba rafting Pacet tentunya Anda tidak akan merasa jenuh karena Anda akan ditemani hijaunya pemandangan Alam yang sangat hijau dan meyegarkan mata.

 

Adapun keunggulan yang ditawarkan dari rafting Pacet:

  1. Lokasi Rafting Pacet dekat dengan kota besar Surabaya
  2. Dekat dengan lokasi Pemandian air Panas Padusan
  3. Terdapat penginapan/ hotel di Pacet Mojokerto
  4. Mempunyai karakteristik sungai yang cukup melatih adrenalin Anda
  5. Dilengkapi dengan wahana outbound area, pendopo, dan toilet

Wisata rafting Pacet di Sungai Kromong ini telah menjdai idam-idaman banyak orang yang hobi adventure. Jeram yang sarafting Pacet Mojokerto di sungai kromong menjadi daya tarik wisata, www.rafting-pacet.com,081334664876ngat menantang di Rafting Pacet inilah yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pecinta rafting. Uniknya serta serunya berafting dapat diminat banyak kalangan masyarakat ketika kita telah melewati jeram- jeram yang menantang dengan perahu karet yang kita tumpangi.

Mungkin awalnya bila kita hanya membayangkan saja tentunya kita hanya bisa bertanya-tanya bagaimana rasanya rafting di Pacet dan apanya serunya rafting???

Namun bagi Anda yang telah mencoba serunya rafting pasti dapat menjelaskan nikmatnya berafting di Pacet bahkan bisa saja pecinta rafting ini menjadi ketagihan untuk mencobanya kembali dan mencari jeram-jeram yang lebih menantang lagi.

Untuk informasi lebih lanjut silahkan hubungi Direct Access Marketing : 081357225708, 081515512808, 0817585446

Mengisi Liburan Bersama Keluarga


Pilih Tempat Wisata Dengan Berunding Bersama Keluarga

Dalam perencanaan pertama semua anggota keluarga dikumpulkan, mulai dari orangtua, saudara serta paman bibi dan keponakan. Setiap anggota harus punya usulan tempat wisata yang dituju sesuai dana yang dianggarkan.

Mulai dibentuk 2 kelompok yang masing-masing kelompok berisi 3 orang atau lebih. Kemudian dalam kelompok harus melakukan hompipa untuk menemukan finalis usulan yang akhirnya menjadi 2 pilihan. Terakhir dipilih secara voting untuk menentukan tempat wisata yang dituju. Jika hasilnya seri atau sama imbang, dilakukan adu suit untuk pemenang pilihan wisata.

Mencari Tahu Tentang Tujuan Tempat Wisata
Ini adalah tugas utama pemenang dari hompipa demokrasi tadi. Mencari tahu informasi lengkap tentang tempat wisatanya, mulai dari jarak tempuh, biaya karcis masuk, villa atau penginapan bila liburan panjang, tarif wahana di tempat wisata dan sejarah / cerita menarik dari tempat wisata tersebut bila ada lhoh ya..hehe

Sebisa mungkin diatur biaya dari anggaran liburannya, jangan sampai kekurangan dana, kalo kelebihan sih bisa dialokasikan ke oleh-oleh atau dana liburan ke depannya.

Membagi Tugas Masing-Masing
Agar liburan lancar dan tidak ada kendala, tentunya dipersiapkan secara matang. Pembagian tugas dalam liburan keluarga sesuai kemampuan masing-masing anggota. Jadi lebih terorganisir dan pastinya pembagian tugas untuk bersama-sama.

Membawa Bekal & Kotak P3K
Yang namanya masakan ibu, lezatnya nomor satu, hehe.. Faktor lain adalah penghematan daripada beli makanan di jalan yang masih kalah dengan masakan ibu.

Bawa juga kotak P3K untuk jaga-jaga apabila ada yang kurang sehat atau terluka. Selain isi standar dari kotak P3K, sangat bagus ada obat anti mabuk dan obat pusing.

Sedia Plastik Kecil & Besar
Ketika sedang liburan, perlengkapan seperti plastik sangat dibutuhkan dan sebaiknya ada 2 tipe plastik yaitu besar dan kecil.

Plastik besar digunakan untuk tempat sampah sementara. Apalagi ketika berlibur di tempat wisata seperti pantai, sedikit sulit menemukan tempat sampah.

Plastik kecil digunakan untuk tempat khusus bagi yang mabuk, apabila mabuknya stadium tinggi yang udah kebal dengan obat anti mabuk.

Jangan Lupa Bawa Tikar / Koran
Ini peralatan utama ketika sedang mau makan siang bersama di tempat lokasi wisata. Harga yang kadang terlalu mahal untuk menyewa alas tikar di tempat wisata.

Selain tikar sebagai alas untuk menggelar tempat duduk, bisa menggunakan koran bekas. Tetapi jangan lupa ya untuk membawa kembali jika sudah selesai atau membuang ke tempat sampah

Hal-Hal Seru Yang Sering Terjadi Saat Berlibur Bareng Keluaga

  • Kalo ada anggota keluarga yang ketiduran saat perjalanan berangkat atau pulang, wajahnya dicelorengin pakai bedak bayi (punya ade keponakan) atau kadang lisptik..haha.
  • Tiap mau melewati pom bensin, pasti ada yang kasih sinyal untuk ke toilet. Biasanya harus nahan dulu bagi yang sering kebelet pipis, sebelum ketemu pom bensin.
  • Kalo pas beli oleh-oleh biasanya keroyokan nyamperin penjual. Dijamin penjual gugup dah diserbu tawar-menawar. Akhirnya dapat harga yang wajar, soalnya kadang di momen musim liburan harga oleh-oleh tiba-tiba naik begitu saja (pengalaman).
  • Tiap pengambilan foto harus 2kali dalam posisi dan tempat yang sama. Dulu masih kamera analog, belum ada timernya, jadi ada dua orang juru foto yang bergantian agar semua anggota bisa terfoto. Kadang minta tolong sama orang lain, tapi ini jarang dilakukan.

Peran Organisasi dan Metode Organisasi Dalam Sebuah Perusahaan


Leadership 1Pengertian Organisasi :

  • Organisasi menurut Stoner adalah : suatu pola hubungan-hubungan yang melalui mana orang-orang di bawah pengarahan manajer mengejar tujuan bersama.
  • Organisasi menurut James D. Mooney adalah : bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
  • Organisasi Menurut Chester I. Bernard adalah : suatu sistem aktivitas kerja sama yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.

Ciri-ciri organisasi ialah:
1) terdiri daripada dua orang atau lebih
2) ada kerjasama
3) ada komunikasi antar satu anggota dengan yang lain
4) ada tujuan yang ingin dicapai

Selain itu Suatu organisasi harus memuat 4 unsur utama, yaitu:

1) goals oriented (berorientasi tujuan)
2) Psychosocial system (sistem hubungan sosial)
3) structured activities
4) technological system.

Metode :

Berarti suatu tata kerja yang dapat mencapai tujuan secara efisien.

Pengertian organisasi dan metode secara lengkap adalah :

Rangkaian proses kegiatan yang harus dilakukan untuk meningkatkan kegunaan segala sumber dan faktor yang menentukan bagi berhasilnya proses manajemen terutama dengan memperhatikan fungsi dan dinamika organisasi atau birokrasi dalam rangka mencapai tujuan yang sah ditetapkan.

Teori Organisasi

  • Teori Organisasi Klasik (Classical Theory) berisi konsep-konsep tentang organisasi mulai tahun 1800 (abad 19). Secara umum digambarkan oleh para teoritisi klasik sebagai sangat desentralisasi dan tugas-tugasnya terspesialisasi, serta memberikan petunjuk mekanistik structural yang kaku tidak mengandung kreativitas.
  • Teori Birokrasi, Teori ini dikemukakan oleh Max Weber dalam bukunya “The Protestant Ethic and Spirit of Capitalism”. Kata birokrasi mula-mula berasal dari kata legal-rasional. Organisasi itu legal, karena wewenangnya berasal dari seperangkat aturan prosedur dan peranan yang dirumuskan secara jelas, dan organisasi disebut rasional dalam hal penetapan tujuan dan perancangan organisasi untuk mencapai tujuan tersebut.
  • Teori Administrasi, Teori ini sebagian besar dikembangkan atas dasar sumbangan Henri Fayol dan Lyndall Urwick dari Eropa serta Mooney dan Reily dari Amerika. Henry Fayol industrialis dari Perancis, pada tahun 1841-1925 mengemukakan dan membahas 14 kaidah manajemen yang menjadi dasar perkembangan teori administrasi adalah : Pembagian kerja (division of work), Wewenang dan tanggung jawab (authorityand responsibility), Disiplin (discipline), Kesatuan perintah (unity of command), Kesatuan pengarahan (unity of direction), Mendahulukan kepentingan umum daraipada pribadi, Balas jasa (remuneration of personnel), Sentralisasi (centralization), Rantai scalar (scalar chain), Aturan (oreder), Keadilan (equity), Kelanggengan personalia (stability of tenure of personnel), Inisiatif (initiative), Semangat korps (spirit de corps).

MACAM ORGANISASI DARI SEGI TUJUAN DAN LUAS WILAYAHNYA

ORGANISASI NIAGA

1. Organisasi yang tujuan utamanya mencari keuntungan, contohnya yaitu : Perseroan Terbatas (PT), Perseroan Komanditer (CV), Firma (FA), Koperasi, Join venture. Holding Company

2. Organisasi sosial dan organisasi kemasyarakatan, yaitu organisasi yang dibentuk oleh anggota masyarakat.

Peran Organisasi :

Jadi secara sederhana, organisasi adalah suatu kerjasama sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama yang diinginkan dan mau terlibat dengan peraturan yang ada. Organisasi ialah suatu wadah atau tempat untuk melakukan kegiatan bersama, agar dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan bersama.

Berdasarkan arti dari organisasi yang diungkapkan oleh beberapa orang diatas, peran organisasi dalam sebuah perusahaan sangatlah penting, karena perusahaan didirikan untuk mencapai suatu tujuan tertentu dan untuk mencapai tujuan tersebut dibutuhkan aktifitas, kerja sama, dan tentu saja orang yang melakukan aktifitas tersebut atau sumber daya manusia yang ketiga unsur ini terdapat dalam sebuah organisasi. Kesimpulanya, suatu perusahaan untuk mencapai tujuan tertentu membutuhkan organisasi didalamnya agar bias tercapai tujuan tersebut.

Peran Metode :

Setelah mengetahui arti dari Metode itu sendiri, ktia bisa langsung menyimpulkan bahwa selain peran organisasi, metode tidak kalah penting perannya didalam sebuah perusahaan. Dengan adanya metode dalam sebuah perusahaan, maka perusahaan tersebut akan lebih mudah dan teratur dalam mencapai tujuan, visi dan misi yang telah ditetapkan. Namun menurut saya, ada beberapa factor yang mendukung untuk berjalannya suatu metode yang digunakan dalam sebuah perusahaan atau organisasi, antara lain : organisasi yang baik dan pemimpin organisasi yang tentunya juga harus baik dalam memimpin, sumber daya manusia yang berkualitas untuk melakukan kerja sama agar tercapai suatu tujuan, teori organisasi yang dipakai harus sesuai dengan jenis atau bentuk organisasi yang dibentuk di dalam perusahaan tersebut. Dengan demikian perusahaan tersebut akan lebih mudah dalam mencapai tujuanya serta akan lebih terstruktur dan rapih karena memiliki metode dalam organisasi nya.

Kesimpulan :

Peran organisasi dan metode yang baik dalam suatu perusahaan sangat penting untuk tercapainya tujuan, visi dan misi perusahaan tersebut.

 

Sumber

Motivasi dalam Organisasi


comitment+organizationProf. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan “organisasi adalah struktur pembagian kerja dan struktur tata hubungan kerja antara sekelompok orang pemegang posisi yang bekerjasama secara tertentu untuk bersama-sama mencapai tujuan tertentu”.

James D Mooney berpendapat bahwa “Organization is the form of every human, association for the assignment of common purpose” atau “Organisasi adalah setiap bentuk kerjasama untuk pencapaian suatu tujuan bersama”.
Chester L Bernard (1938) mengatakan bahwa “Organisasi adalah system kerjasama antara dua orang atau lebih ( Define organization as a system of cooperative of two or more persons ) yang sama-sama memiliki visi dan misi yang sama”.

Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa “Organisasi adalah sekumpulan orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.” (Organization is a collection people, arranged into groups, working together to achieve some common objectives).

Stephen P. Robbins menyatakan bahwa “Organisasi adalah kesatuan (entity) sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan yang relatif dapat diidentifikasi, yang bekerja atas dasar yang relatif terus menerus untuk mencapai suatu tujuan bersama atau sekelompok tujuan”.

Dari beberapa pengertian motivasi diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa pengertian Motivasi adalah pemberian daya pendorong atau penggerak yang diberikan pimpinan kepada seseorang dengan maksud agar seseorang itu mau bekerja keras untuk mencapai tujuan organisasi. Sedangkan organisasi adalah system kerjasama yang dilakukan dalam sebuah perkumpulan baik formal dan informal, sehingga dapat kita tarik kesimpulan bahwa motivasi dalam organisasi adalah pemberian daya penggerak dari seluruh system yang ada dalam sebuah organisasi sehingga tujuan organisasi tersebut dapat tercapai.

Motivasi adalah sesuatu yang dapat menjadi penggerak serta pemicu semangat seseorang untuk meraih tujuan atau cita – cita yang ia inginkan. dalam dunia kerja, motivasi memegang peranan penting dalam usaha pencapaian tujuan suatu organisasi,sehebat apapun recana yang telah dibuat oleh manajemen apabila dalam proses aplikasinya dilakukan oleh orang orang (karyawan) yang kurang atau bahkan tidak memiliki motivasi yang kuat maka akan menyebabkan tidak terealisasinya rencana tersebut.

Sebenarnya banyak pengertian – pengertian serta penafsiran tentang motivasi diantaranya adalah :

  1. Motivasi sebagai pengarah pencapaian tujuan untuk seseorang adalah sesuatu yang dapat mengarah tuju seseorang dalam tindakan – tindakan, baik dengan cara negatif maupun positif.
  2. Motivasi sebagai pendorong adalah sesuatu yang dapat menimbulkan semangat kepada seseorang, organisasi, atau keluarga untuk mengapai segala keinginannya. Motivasi jenis ini dapat menjadi kekuatan yang sangat besar untuk seseorang, organisasi, atau keluarga untuk senantiasa bersungguh – sunggu dalam mencapai hajat atau tujuannya. Kemudian apabila hajat atau tujuan tersebut belum tercapai, biasanya keinginan (motivasi) yang akan menjadi berkali – kali lipat lebih kuat.
  3. Motivasi sebagai pemicu kesungguhan seseorang adalah tahap pencapaian kesungguhan seseorang untuk meraih cita – cita atau keinginan. Motivasi dapat menjadi suatu cara untuk mengukur seberapa besar kesungguhan seseorang untuk meraih keinginan atau cita – citanya, karena dalam skala prioritas semakin penting keinginannya maka akan semakin besar pengaruh dorongan (motivasi) tersebut.
  4. Motivasi sebagai stimulator adalah stimulator atau semangat dapat merangsang cara kerja pikiran untuk mencapai sesuatu yang benar – benar di inginkan.

Sebenarnya masih banyak lagi pengertian – pengertian tentang motivasi, baik yang berasal dari para ahli maupun dari hasil terkaan. Pada dasarnya motivasi atau dorongan sangat di perlukan oleh setiap orang, agar dapat menjadi mewujudkan segala keinginnya, karena apabila seseorang tidak mendapatkan motivasi maka orang tersebut akan mengalami kendala yang besar dari segi psikologis. Faktor psikologis yang di pengaruhi oleh motivasi diantaranya adalah faktor timbulnya semangat untuk seseorang terus berusaha dan berkarya untuk meraih segala keinginannya.

Dalam motivasi juga ada hal yang sering di sebut sebagai Teori Motivasi, motivasi adalah sesuatu yang dapat diatamati dan berbentuk nyata. Akan tetapi motivasi adalah suatu hal yang hanya dapt disimpulkan karena hanya suatu perilaku yang tampak, motivasi pada organisasi sesungguhnya adalah suatu hal yang sangat kerusial karena dalam organisasi kebutuhan setiap anggota adalah berbeda – beda adanya serta berkembang sesuai dengan keadaan masing – masing individu.

Faktor yang mempengaruhi terjadinya proses Pemotivasian di organisasi, diantaranya :

  • Adanya Tujuan, Maksudnya adalah setiap orang atau individu pasti memiliki tujuan, visi, atau pun misi. Jadi semakin besar tujuan atau semakin pentingnya misi tersebut maka akan semakin besar pula pengaruh motivasi yang terjadi.
  • Adanya Tantangan (challenge), Maksudnya adalah bila kita ketahui di setiap kehidupan manusia pasti ada tantangan yang akan berbuah manis untuk dirinya, contohnya adalah seorang mahasiswa di berikan tantangan (challenge) oleh dosen dikelas untuk menyelesaikan tugas tepat waktu dengan rewardnya ada nilai maksimum atau nilai A. Maka jelas dengan sendirinya motivasi yang besar tertanam didalam diri mahasiswa tersebut, bagaimana caranya bisa mendapatkan nilai maksimum atau nilai A.
  • Adanya Tanggung Jawab, Maksudnya adalah apabila setiap individu diberikan tanggung jawab yang sesuai dengan keahlian serta kemampuannya, maka ia akan berusaha sekuat mungkin untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan kepadanya. Jadi tanggung jawab dapat mengimplementasikan adanya suatu totalitas di dalam organisasi, yang akan menyebabkan tingkat motivasi kerja semakin tinggi.
  • Adanya kepemimpinan (leadership)
  • Adanya Keharmonisan

    sumber

Membangun Organisasi yang Sehat


iconSetiap organisasi mendambakan pencapaiuan kinerja keuangan yang cemerlang dan tingkat penjualan yang tinggi. Tentu tidak ada yang salah dengan hal ini Wajar bila sebuah organisasi mengerahkan segala daya dan upaya untuk mencapainya. Terlebih bagi sebuah perusahaan, yang sejak awal didirikan memang berorientasi pada pencapaian laba yang maksimal. Namun pencapaian tersebut tidak akan bertahan lama tanpa didukung oleh kondisi organisasi yang sehat.

Para ilmuwan di National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) mendefinisikan organisasi yang sehat sebagai organisasi yang budaya, iklim, dan praktek-praktek kerjanya mampu menciptakan lingkungan yang mendukung kesehatan dan keselamatan karyawan dan juga efektivitas organisasi. Dengan organisasi yang sehat, karyawan merasa dihargai. Terwujudnya organisasi yang sehat akan meningkatkan kepuasan kerja, menurunnya tingkat absensi dan keluar masuk karyawan; meningkatkan kinerja pekerjaan; dan juga meningkatkan kesehatan fisik, mental, spiritual, dan kesejahteraan karyawan. Pada gilirannya, hal ini akan berdampak positif bagi kinerja keuangan perusahaan dalam jangka panjang.

Organisasi yang sehat, menurut Verschoor, memiliki sejumlah karakteristik. Yang pertama adalah keterbukaan dan kerendahatian anggotanya, mulai dari tingkat atas hingga bawah. Kesombongan hanya akan mematikan pembelajaran dan pertumbuhan. Kekuatan berasal dari kemampuan dan kesediaan untuk belajar dari orang lain.

Karakteristik berikutnya adalah tumbuh kembangnya iklim akuntabilitas dan pertanggungjawaban pribadi. Penyangkalan, saling menyalahkan dan mencari kambing hitam, dan mencari-cari alasan jelas memperburuk hubungan dan memanaskan konflik.

Ciri lain organisasi yang sehat adalah keberanian mengambil risiko terkalkulasi. Keberanian mengambil risiko memang penting demi mengenali dan memanfaatkan peluang pertumbuhan dan perbaikan. Namun pengambilan risiko secara membabi buta, berlebihan, dan tak terkalkuasi dengan matang jelas menjadi ancaman bagi organisasi. Alih-alih memanfaatkan peluang, organisasi bisa-bisa kehilangan banyak sumber dayanya, seperti keuangan dan karyawan. Oleh karenanya manajemen risiko yang efektif menjadi penting.

Melakukan sesuatu dengan benar menjadi ciri khas yang juga melekat pada organisasi yang sehat. Organisasi tentu tidak mau hanya sekedar mencapai prestasi yang biasa-biasa saja, melainkan ingin unggul meski untuk mencapainya memerlukan kerja keras dan cerdas. Organisasi yang sehat juga mampu menahan diri dari godaan-godaan untuk menempuh jalan pintas, yang kerap kali muncul.

Di samping melakukan sesuatu dengan benar, organisasi yang sehat juga mampu bersikap toleran hingga batas-batas tertentu terhadap kesalahan yang dibuat anggota-anggotanya. Mereka juga mau belajar dari kesalahan dan kekurangan. Gampang menghukum kesalahan-kesalahan yang masih dapat ditoleransi hanya akan mematikan kreativitas dan mematahkan semangat untuk berbuat yang terbaik.

Bagi organisasi yang sehat, integritas adalah segala-galanya. Integritas tidak boleh dikorbankan atas nama apapun dan dengan dalih apapun. Di samping integritas, konsistensi juga tak kalah penting. Ketidakjujuran dan inkonsistesi hanya akan merusak kepercayaan. Organisasi dan hubungan yang dijalin oleh orang-orang di dalamnya hanya akan berkembang positif bila didasarkan atas kejelasan, transparansi, kejujuran, dan keandalan.

Karakteristik lain organisasi yang sehat adalah senantiasa berusaha mewujudkan kolaborasi, integrasi, dan pemikiran yang menyeluruh. Pemikiran yang sempit dan terkotak-kotak akan mematikan organisasi. Anggota organisasi secara aktif bersama-sama merancang ide-ide dan praktek-praktek terbaik. Organisasi juga berupaya mengintegrasikan orang-orang terbaik ke dalam tim yang kolaboratif. Kesemuanya mampu melipatgandakan kekuatan organisasi.

Organisasi yang sehat adalah organisasi yang mampu bertahan meski menghadapi masa-masa sulit. Organisasi tidak terpengaruh dan juga tidak terintimidasi. Merka sadar bahwa perjalanan yang ditempuh tidak selalu mulus melainkan akan banyak menemui batu sandungan.

Di samping karakteristik-karakteristik di atas, karakteristik lain yang melekat pada organisasi yang sehat adalah hadirnya visi, misi, dan nilai-nilai yang bermakna sebagai panduan. Organisasi yang sehat juga mennentukan secara jelas tanggung jawab dan perasn bagi karyawan, memiliki proses dan prosedur yang efektif, dan juga memiliki sejumlah ekspektasi perilaku yang mendukung budaya kerja yang konstruktif. Organisasi yang sehat juga menumbuhkembangkan komunikasi terbuka.

Organisasi yang sehat memperlakukan karyawan, pelanggan, dan pemasuknya dengan penuh hormat. Mereka juga memperhatikan kebutuhan pribadi dan keluarga karyawan, mendorong pengembangan pribadi dan profesional karyawan, mengharapkan perbaikan berkelanjutan, dan selalu mencari cara-cara kreatif untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Guna menciptakan organisasi yang sehat, menurut Helliwell, pertama-tama organisasi harus mengakui kontribusi dari semua anggotanya tanpa pandang bulu. Organisasi juga harus berani mendorong tumbuhkembangnya keberagaman. Keberagaman akan meningkatkan fleksibilitas dan memperkaya perspektif. Belajar dengan orang-orang dengan latar belakang yang beragam akan meningkatkan peluang bagi pertumbuhan.

Jangan lupa merayakan keberhasilan yang diraih di masa lalu guna menemukan pelajaran-pelajaran positif yang terkandung di dalamnya. Organisasi juga harus membantu individu-individu memanfaatkan bakat dan kekuatannya demi kemajuan diri dan organisasi Tak kalah penting, kenalilah area-area dimana masing-masing individu dapat membuat perbedaan. Di samping itu, organisasi juga harus menentukan kriteria-kriteria baru berkaitan dengan kesuksesan.

Keterlibatan aktif karyawan ternyata penting demi terwujudnya organisasi yang sehat. Hasil sebuah penelitian menunjukkan bahwa karyawan bersedia bekerja lebih keras bila mereka dilibatkan dalam menyelesaikan masalah-masalah mereka sendiri ketimbang hanya mengikuti instruksi dari atas.

Kepedulian kepada etika menjadi faktor yang tidak boleh dikompromikan. Organisasi harus bersikap tegas kepada anggotanya yang melanggar etika guna membangun kepercayaan dan komitmen. Organisasi yang mengabaikan etika akan ditinggalkan oleh pelanggan, karyawan, dan pemangku kepentingan lainnya.

Faktor kepemimpinan memainkan peran sangat penting bagi terciptanya organisasi yang sehat. Organisasi yang sehat memiliki pemimpin yang bisa menjadi sandaran bagi karyawannya sehingga mereka merasa aman. Pemimpin yang demikian memiliki keterampilan komunikasi yang tinggi, dapat dipercaya, dan tulus.

Kinerja organisasi yang positif hanya akan bertahan secara berkelanjutan bila didukung oleh organisasi yang sehat.

 

[Majalah Eksekutif]