PROGRAM OUTBOUND CUSTOM


533a7-originalPerilaku perusahaan atau suatu lembaga yang sering menggunakan jasa training khususnya training alam bebas atau outbound atau team building program ini biasanya lebih menyukai operator yang memiliki customized program. Hal ini tentunya akan memudahkan lembaga itu tadi didalam penentuan program yang akan mereka minati.

Latar belakang kesukaan ini berasal dari ketertarikan dan kebutuhan yang berbeda-beda didalam “memperbaiki” orang-orang yang berada di lingkungan suatu lembaga atau perusahaan. Pada khususnya depertemen Human Resources Departemen akan mengambil alih tugas atau bagian pekerjaan ini.

Adapun isian standar dari custom program ini antara lain: Nama Perusahaan / Lembaga / Organisasi, Alamat dan informasi komunikasi laiinya seperti telepon, email dan lain sebagainya. Kemudian mereka harus melampirkan atau mengisi Jumlah Peserta, Fasilitas yang diinginkan seperti penginapan, makanan berat dan ringan sampai kepada kebutuhan MCK. Setelah melampirkan beberapa uraian di atas mereka juga diharapkan dapat mengisi uraian berikutnya seperti Harapan yang ingin di capai didalam pelatihan Outbound ini. Hal terakhir yang tentunya sangat berpengaruh bagi operator didalam menentukan proposal dan harga adalah uraian mengenai organisasi atau perusahaan itu sendiri seperti Bidang usaha, jumlah total karyawan yang bekerja, dan permasalahan yang seringkali timbul yang sering menimbulkan penurunan pada kinerja dan hubungan social antara karyawan yang satu dengan yang lainnya.

Setelah uraian diatas dicantumkan, operator akan mendiskusikan dengan bagian internal didalam runutan proposal, rangkaian acara , rujukan lokasi pelatihan outbound sampai dengan penawaran harga. Yang kemudian dikirimkan kembali kepada suatu lembaga atau perusahaan yang meminta rujukan proposal. Untuk proses berikutnya adalah dilakukannya presentasi apabila penawaran tersebut di terima.

Khususnya di Indonesia, banyak sekali proses transaksi jasa seperti ini tidak dilakukan sehingga terdapat jembatan yang hilang (tidak terjadi kesepakatan) karena kurangnya informasi yang disampaikan. Contohnya saja, kebanyakan proses yang transaksi yang terjadi adalah langsung menanyakan harga suatu pelatihan per orang. Tanpa di uraikan kebutuhan, fasilitas dan program yang akan dipilih.

Budaya seperti di atas mungkin memiliki motif tersendiri, tetapi memang begitu keadaannya yang sedang terjadi di Indonesia. Efek jangka panjangnya adalah tidak banyak lembaga atau perusahaan yang tadinya berminat untuk menggunakan jasa pelatihan outbound menjadi mengurungkan niatnya dikarenakan tidak terjadinya proses transaksi jasa yang benar.

Himbauan saya sebagai praktisi di bidang ini adalah marilah kita mengupayakan proses yang sesungguhnya dari proses awal pembentukan program pelatihan ini sehingga nilai-nilai yang terkandung dari bentuk pelatihan ini bisa berkembang dengan baik dan memiliki citra yang positif dikalangan lembaga dan perusahaan pada khususnya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s